Menghidupkan Kembali BUMDes Rinintowe Desa Masani Kec, Poso pesisir Kab Poso
Masani — BUMDes Rinintowe Masani yang sempat mengalami stagnasi cukup panjang kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Sejak tahun 2019 hingga 2024, seluruh aktivitas BUMDes tidak berjalan, baik dari aspek kelembagaan, administrasi, maupun unit usaha. Berbagai upaya revitalisasi yang pernah dilakukan belum mampu mengembalikan fungsi BUMDes secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pendampingan diarahkan pada penguatan kelembagaan dan penyusunan ulang strategi usaha yang realistis dan sesuai dengan potensi desa. Proses revitalisasi dilaksanakan pada bulan Februari 2025, yang ditandai dengan pembenahan kelembagaan serta pembentukan pengurus baru yang diharapkan mampu menjalankan BUMDes secara lebih profesional dan bertanggung jawab.
Pasca revitalisasi, pada bulan April 2025 pengurus baru mulai mengaktifkan kembali kegiatan BUMDes dengan memanfaatkan aset desa yang telah tersedia, seperti kursi, tenda, serta angkutan pedesaan (grandong/odong-odong). Pemanfaatan aset desa ini menjadi langkah awal yang strategis karena tidak memerlukan tambahan modal besar, namun mampu menggerakkan kembali roda usaha BUMDes.
Dukungan pemerintah desa semakin menguat seiring dengan dialokasikannya Dana Ketahanan Pangan sebesar 20 persen pada tahun 2025. Momentum tersebut dimanfaatkan BUMDes Rinintowe Masani untuk mengembangkan usaha tematik budidaya ikan bandeng. Pemerintah Desa Masani turut memberikan dukungan konkret dengan menyerahkan empang desa untuk dikelola oleh BUMDes, mengingat usaha ini dinilai sesuai dengan potensi wilayah dan pengalaman masyarakat setempat.
Saat ini, pengembangan usaha budidaya ikan bandeng telah memasuki tahap persiapan penaburan benih yang direncanakan akan dilaksanakan pada minggu ketiga Februari 2026. Tahapan ini menjadi penanda bahwa BUMDes tidak hanya kembali aktif secara administratif, tetapi juga mulai bergerak menuju usaha produktif yang berorientasi jangka panjang.
Dari proses pendampingan tersebut, mulai terlihat perubahan positif, antara lain aktifnya kembali kelembagaan BUMDes, berjalannya unit usaha berbasis aset desa, serta meningkatnya kepercayaan pemerintah desa dan masyarakat terhadap keberadaan BUMDes Rinintowe Masani. Pengalaman ini menjadi pembelajaran bahwa kebangkitan BUMDes yang stagnan dapat dimulai dari langkah sederhana, dengan dukungan tata kelola yang baik, komitmen pemerintah desa, serta pendampingan yang konsisten.
#Bumdesbisa
Komentar
Posting Komentar