BUMDes Lompe Singgani Kalora
Kembangkan Ayam Petelur dan Jagung, Produksi Capai 23 Rak Telur per Hari
BUMDes Lompe Singgani Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir
Utara, terus memperkuat program ketahanan pangan melalui penyertaan modal desa
sebesar Rp200 juta. Anggaran tersebut dialokasikan untuk dua kegiatan tematik,
yakni peternakan ayam petelur sebesar Rp160 juta dan pengembangan jagung
sebesar Rp40 juta.
Direktur BUMDes Lompe Singgani, Kaleb Sidende, menyampaikan
bahwa unit usaha ayam petelur memiliki peluang pasar yang cukup cerah dan
berkelanjutan. Pada tahap awal, BUMDes mengembangkan 820 ekor ayam petelur yang
telah memasuki usia sekitar 17 minggu dan kini sudah mulai berproduksi.
“Pengadaan ayam ini menjadi tahap pembelajaran teknis, mulai
dari manajemen pemeliharaan hingga produksi, sebelum dilakukan pengembangan
dalam jumlah yang lebih besar,” ujar Kaleb.
Saat ini, produksi telur telah mencapai 23 rak per hari
dengan harga jual rata-rata Rp50.000 per rak, sehingga menghasilkan pendapatan
kotor sekitar Rp1,5 juta per hari. Capaian ini menjadi dasar optimisme BUMDes
untuk menambah jumlah ternak ayam petelur ke depan.
Desa, Muhamad Fandy Saddam, berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan diadopsi oleh desa-desa lain, khususnya di wilayah Poso Pesisir Utara. Ia juga menyampaikan peluang kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih serta Program MBG, khususnya dalam mendukung kebutuhan pangan lokal.
Sementara itu, Kepala Desa Kalora Bapak Sirfain Lapesu
menyatakan komitmennya untuk menambah penyertaan modal agar BUMDes mampu
meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) secara berkelanjutan.
Penanggung jawab pendampingan BUMDes, Rismasari, berharap
pengembangan usaha ini tidak hanya meningkatkan ekonomi desa, tetapi juga
membuka lapangan kerja di tingkat desa dan bermuara pada kesejahteraan
masyarakat setempat.
Sangat inspiratif pak semoga bisa di ikuti langkah sukses ini oleh desa desa lain 😁
BalasHapus